Showing posts with label pikiranku. Show all posts
Showing posts with label pikiranku. Show all posts
13 May 2009
Sebelum kamu mengeluh




Mungkin..., tulisan ini sudah banyak ditulis oleh teman2 sekalian tapi tak apalah, sebagai hal yang pantas untuk direnungan :

1.Hari ini sebelum kamu mengatakan kata-kata yang tidak baik,
Pikirkan tentang seseorang yang tidak dapat berbicara sama sekali.
2.Sebelum kamu mengeluh tentang rasa dari makananmu,
Pikirkan tentang seseorang yang tidak punya apapun untuk dimakan.
3.Sebelum kamu mengeluh tidak punya apa-apa,
Pikirkan tentang seseorang yang meminta-minta dijalanan.
4.Sebelum kamu mengeluh bahwa kamu buruk,
Pikirkan tentang seseorang yang berada pada tingkat yang terburuk didalam hidupnya.
5.Sebelum kamu mengeluh tentang suami atau istri anda,
Pikirkan tentang seseorang yang memohon kepada Tuhan untuk diberikan teman hidup.
6.sebelum kamu mengeluh tentang hidupmu hari ini ,
Pikirkan tentang seseorang yang meninggal terlalu cepat.

7.Sebelum kamu mengeluh tentang anak-anakmu,
Pikirkan tentang seseorang yang sangat ingin mempunyai anak tetapi dirinya mandul.
8.Sebelum kamu mengeluh tentang rumahmu yang kotor karena pembantumu tidak mengerjakan tugasnya,Pikirkan tentang orang-orang yang tinggal dijalanan.
9.Sebelum kamu mengeluh tentang jauhnya kamu telah menyetir,
Pikirkan tentang seseorang yang menempuh jarak yang sama dengan berjalan.
10.Dan disaat kamu lelah dan mengeluh tentang pekerjaanmu,
Pikirkan tentang pengangguran,orang-orang cacat yang berharap mereka mempunyai pekerjaan seperti anda.
11.Sebelum kamu menunjukkan jari dan menyalahkan orang lain,
Ingatlah bahwa tidak ada seorangpun yang tidak berdosa.
12.Dan ketika kamu sedang bersedih dan hidupmu dalam kesusahan,
Tersenyum dan berterima kasihlah kepada Tuhan bahwa kamu masih hidup !.

Sesuatu yang mengingatkan kita agar selalu senantiasa bersyukur pada-Nya atas semua yang telah diberikan-Nya. Dan mengeluh pun tak akan menyelesaikan masalah, menambahnya mungkin iya, sekarang bagaimana cara nya menyiasati hati kita agar tak mengeluh dan terus melawannya...
28 September 2008
no image

Gengsi yang berlebihan...
Tak mau kalah dari orang lain...
Pengen tampil paling wow...

Mungkinkah itu asal-muasal hedonisme? sikap yang sebenarnya sungguh tak pantas, ketika masih banyak anak-anak yang mengalami busung lapar, ketika masih banyak orang2 dijalanan yang kelaparan, ketika masih banyak kesusahan-kesusahan yang lain, tegakah hati kita ini untuk terus menjepit perasaan mereka yang tak mampu dengan mengiming-imingi mereka dengan segala hal yang mahal, yang bermerk. Maaf bukannya saya sok atau apalah, tapi saya pikir ini adalah suatu kondisi yang memprihatinkan, sangat memprihatinkan...

Hedonisme adalah pandangan hidup yang menganggap bahwa kesenangan dan kenikmatan materi adalah tujuan utama hidup. Bagi para penganut paham ini, bersenang-senang, pesta-pora, dan pelesiran merupakan tujuan utama hidup, entah itu menyenangkan bagi orang lain atau tidak. Karena mereka beranggapan hidup ini hanya 1x, sehingga mereka merasa ingin menikmati hidup senikmat-nikmatnya. di dalam lingkungan penganut paham ini, hidup dijalanani dengan sebebas-bebasnya demi memenuhi hawa nafsu yang tanpa batas. Dari golongan penganut paham ini lah muncul nudisme (gaya hidup bertelanjang). Pandangan mereka terangkum dalam pandangan Epikuris yang menyatakan,"Bergembiralah engkau hari ini, puaskanlah nafsumu, karena besok engkau akan mati."
Diperoleh dari "http://id.wikipedia.org/wiki/Hedonisme"

artikel tambahan
Rasa gengsi tinggi yang diperoleh dari menonjolkan merek-merek terkenal dan mahal, atau simbol-simbol kemewahan lainnya adalah merupakan gejala umum sekarang ini. Lihat saja di kota-kota besar saat ini semakin banyak bermunculan butik-butik atau toko-toko pakaian dan perlengkapan lainnya yang merupakan barang impor dan bermerek dengan harga yang, wow, membuat jantung saya berdegup kencang, dimana harga selembar baju kaos (T Shirt) dengan tulisan seadanya "cuma" sebesar Rp. 250.000,-. Berdegup kencang bukan hanya karena kaget melihat harga yang fantastis tapi juga deg-degan didekati si pelayan toko, karena takut dan malu kalau ditanya, "Ada yang bisa dibantu, Pak ?" Dan saya hanya bisa menjawab, "Ngga, lihat-lihat saja." Melihat harga-harga fantastis dari toko-toko yang biasanya menambahkan nama surf pada nama tokonya tersebut, maka menjadi maklumlah saya kenapa orang-orang menjadi begitu bangga walaupun hanya membawa kantong kreseknya kemana-mana. Dan akhirnya saya pun bisa maklum kenapa teman saya bergitu bangganya membawa tas kulit bulukannya ke mana-mana.
Kalimat ini saya Copy Paste dari tulisan Pak Anwariansyah dalam judulnya " Kantong Kresek Bermerek Memang Lebih Srek".

aahh, alangkah damainya dunia ini bila kita bisa ikhlas saling berbagi, saling menolong, bekerja keras bersama, tidak dengan saling gengsi,saling pamer,dan mboh lah,hehehe. mungkin silahkan bagi mereka yang memiliki kekayaan berlebih untuk menggunakan aksesori ataupun sekedar kaos mahal, tapi alangkah bijaksana bila mereka memilikinya secara wajar dan digunakan secara wajar pula dan sungguh sangat mulia bila mereka mau mendermakan sebagian hartanya kepada yang membutuhkan.

hmm, semoga bisa menjadi diri yang lebih baik.
Dan tak lupa saya menghaturkan Minal Aidzin Wal Faidzin, Mohon Maaf Lahir dan Batin...
13 July 2008
sopo sing edan!!!!!


Selalu, ketika saya melihat orang gila, terpikir oleh saya, kenapa orang tersebut menjadi gila. "Apakah iya??" ada pikiran yang timbul dalam pikiran saya, apakah mereka menjadi seperti itu karena orang yang waras (atau yang disebut 'waras'), orang waras yang rela memakan hak orang lain, memakan uang orang lain, memfitnah orang lain, menyakiti hati dan berbagai hal buruk lain.

Selalu terbesit dipikiran untuk mengucap maaf kepada 'orang gila', bukan karena melakukan hal-hal tersebut diatas, tapi karena tak habis pikir, kok ada orang yang disebut 'waras' yg tega melakukan hal-hal seperti itu, yang membuat orang yang benar-benar waras menjadi tak waras...

Entah pikiran ini benar atau salah, masa bodoh, tapi apabila memang ada orang yg seperti itu, orang yang tega 'menggilakan' orang lain, mau diapakan dunia ini, mana yg 'waras' dan mana yang 'tak waras' ??? masih tak bisa ku mengerti...

Berharap akan dunia yang damai, tenang, saling berbagi, saling mengerti, saling menghargai, dan lingkungan yang terjaga...